Ia juga menambahkan bahwa dirinya telah menyampaikan komplain resmi kepada pihak mitra dan memastikan akan dilakukan pengecekan ulang secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.
Dikonfirmasi terpisah Mitra Dapur SPPG Tadangpalie, Hj Mardiana, mengakui bahwa dirinya adalah mitra dapur yang juga sekaligus suplier yang mengurus semua urusan bahan baku untuk dapur tersebut, sesuai juknis yang ada.
Menyoal bolu kukus berjamur. ia menjelaskan, kalau kondisi awalnya masih hangat waktu tiba.
"PO atau pesanan AG masuk itu jam 9 malam. Kami ambil dari UMKM binaan. Selanjutnya diantar ke koperasi, lalu kemudian diantar lagi ke dapur," jelasnya.
Menurutnya, bolu kukus menjadi tak layak konsumsi itu terjadi karena ada human error yang terjadi di dapur dalam proses penyimpanan.
"Ini human error. Bolu kukus cepat berjamur kalau suhu penyimpanan tidak dijaga. Kami juga dapur baru," jelasnya.
lalu buah salak yang terdokumentasikan bonyok atau rusak, ia mengaku itu pun telah melalui proses sortir.
"Untuk buah salak, sudah sortir itu dan telah dicuci juga dilap bersih. Namun, Itu buah terlihat bagus dan segar dari luar, tapi ternyata ada yang menghitam atau rusak dibagian dalamnya," tutupnya.










