"Saya sempat menghubungi salah satu penerima manfaat. Yang disampaikan justru kapan lagi ada penyaluran karena jatahnya sudah hampir habis," kata Faizal.
Meski demikian, Bulog tetap membuka ruang evaluasi apabila ditemukan beras yang tidak sesuai standar. Masyarakat diminta melaporkan langsung kepada petugas agar dapat dilakukan pengecekan dan tindak lanjut secara cepat.
Sebelumnya, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pinrang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Perum Bulog Cabang Pinrang. Mereka menyoroti dugaan beredarnya beras bantuan sosial yang dianggap tidak layak konsumsi di sejumlah wilayah di Kabupaten Pinrang.
Menanggapi tuntutan tersebut, Bulog menyatakan siap melakukan evaluasi internal dan memastikan seluruh proses distribusi bantuan pangan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Faizal Jafar menyampaikan bahwa Bulog menghormati setiap masukan, kritik, maupun laporan yang disampaikan masyarakat terkait pelaksanaan program bantuan pangan.
“Setiap laporan yang masuk menjadi perhatian serius kami. Bulog selalu terbuka terhadap pengawasan publik dan akan segera melakukan pengecekan apabila terdapat informasi mengenai kualitas beras yang diduga tidak sesuai standar,” ujar Faizal Jafar.
Menurutnya, sebelum disalurkan kepada penerima manfaat, beras yang berada di gudang Bulog telah melalui proses pengendalian mutu sesuai ketentuan yang berlaku.
Meski demikian, Bulog tetap melakukan evaluasi secara berkelanjutan untuk memastikan kualitas bantuan pangan tetap terjaga hingga diterima masyarakat.
Faizal menjelaskan bahwa program bantuan pangan merupakan program strategis pemerintah yang menyasar masyarakat penerima manfaat di berbagai wilayah.
Karena itu, Bulog memiliki kepentingan yang sama dengan masyarakat untuk memastikan bantuan tersebut diterima dalam kondisi baik dan layak konsumsi.










