Kasihan, Setiap Satu Karung Gabah Petani di Pinrang Dipotong 10 Kilogram oleh Pedagang

Terkini.id, Pinrang — Kasihan betul petani di Kabupaten Pinrang, sebab ternyata, pedagang yang mengambil hasil panen dari para petani, itu tak membayarkan atau memberi nilai sesuai dengan hasil timbangan.

Ketua KTNA Kabupaten Pinrang, Andi Agussenga, menyampaikan, jika pihaknya telah melakukan beberapa kali pertemuan dengan kelompok tani se-Bumi Lasinrang, untuk membicarakan potongan 10 kilogram dari hasil panen, untuk setiap satu karung gabah.

“Di lapangan terbukti itu. Potongannya mulai dari 7 kilogram hingga 10 kilogram per karung. Parahnya lagi, proses timbangan yang dilakukan oleh pedagang itu tidak dimulai dari nol,” keluhnya, Selasa 10 Mei 2022.

Baca Juga: Pemkab Imbau Kawal Bersama Proyek Strategis Balai Pompengan di Pinrang

Bagi Agussenga, ini persoalan serius. Pemerintah serta aparat hukum dan stakeholder terkait lainnya, perlu turun tangan dan tidak boleh membiarkan ini terus berlanjut.

“Petani juga serbah salah. Jika tidak mengiyakan pemotongan itu, maka gabahnya tidak akan diambil (dibeli),” jelasnya.

Baca Juga: Kasus Siswa Tampar Siswi yang Viral di Pinrang, Berakhir Damai

Untuk situasi ini, lanjutnya, ia telah melaporkannya ke bupati termasuk ke aparat kepolisian. Bahkan ia pun, juga telah melakukan penyampaian aspirasi ke legislator Kabupaten Pinrang, supaya bisa ditertibkan kondisi yang sangat merugikan para petani.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pinrang, Andi Pallawagau, yang telah menerima penyampaian aspirasi dari KTNA, mengaku, jika laporan serupa telah diterima beberapa kali oleh pihaknya.

“Aksi pemotongan itu sudah pernah ditindaki. Tapi memang waktu dulu, baru sebatas teguran dan dilakukan pembinaan supaya tidak terulang lagi,” jelasnya.

Baca Juga: Kasus Siswa Tampar Siswi yang Viral di Pinrang, Berakhir Damai

Maka dari itu, janjinya, untuk kali ini dan ke depannya, sudah tidak ada lagi kompromi jika terjadi pemotongan. Sebab DPRD telah berkoordinasi dengan Pemkab dan juga aparat hukum, jika masih ada pedagang yang melakukan praktek seperti itu ke depannya.

Bagikan