Pungli Hak ASN di Pinrang, Ombudsman: Rahasia Umum yang Takut Dilaporkan

Terkini.id, Pinrang — Pemotongan atau pungutan liar (pungli) dari gaji 13 dan THR ASN di Bumi Lasinrang masih terus diusut. Makanya, Ombudsman Sulsel membuka pintu selebar-lebarnya untuk melaporkan jika ada kejadian serupa yang terjadi.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sulsel, Subhan Djoer, menyampaikan kalau pihaknya telah menunjuk penanggung jawab (PJ) untuk merespons laporan sekaligus klarifikasi dari BKUD dan Disdik Pinrang, terkait dugaan pungli gaji 13 dan THR di Pinrang.

“Mereka kini sedang mengkaji dan segera memutuskan langkah apa selanjutnya,” terangnya, Kamis 26 Agustus.

Baca Juga: Pemkab Gantung Hasil Seleksi Perusda Pinrang, Pansel: Kami juga Tidak...

Menyoal surat klarifikasi yang dikirim oleh dua instansi tersebut, Subhan menilai, jika pernyataan bahwa selama ini tidak ada yang keberatan atas pencairan secara tunai untuk gaji 13 dan THR di Pinrang adalah tidak tepat.

“Tidak ada yang keberatan, bukan berarti itu benar,” tegasnya.

Baca Juga: Persiapan Kenaikan Sabuk, Inkanas Pinrang Intens Latihan

Subhan meyakini, bahwa banyak kejadian yang merugikan ASN terutama dalam pemotongan tunjangan. Bisa jadi, lanjutnya, hal itu telah menjadi rahasia umum dan banyak pula yang telah mengalaminya.

“Tetapi mereka yang mengalami itu, takut melapor. Nah dengan kejadian ini (Pungli gaji 13 dan THR di Pinrang), seharusnya ada pengawasan dan juga yang merasa dirugikan silahkan melaporkannya,” sarannya.

Sementara itu, Sekda Pinrang, Andi Budaya, mengungkapkan, mengapa sejauh ini gaji 13 dan THR di Pinrang menggunakan sistem tunai dari bendahara ke yang terkait, itu untuk efektifitas dan percepatan penyaluran.

Baca Juga: Pemda Pinrang Prioritaskan Dana Hibah Dibanding Perbaikan Jalan, Eks Legislator:...

“Yah memang ada potensi pungli di situ. Tetapi, sejauh ini tetap terkontrol. Karena ini ada laporan, jadi ini ada oknum. Makanya kami pun sekarang, turunkan inspektorat untuk mengusut hal ini,” jelasnya.

Bagikan